Kamis, 30 Agustus 2018

Manfaat Sarang Semut

Sarang semut punya berbagai sebutan di beberapa daerah. Di Papua, sarang semut sering disebut sebagai Nongon. Di Jawa dikenal sebagai urek-urek polo. Lalu, di Sumatera dikenal sebagai kepala beruk dan rumah semut.

Walaupun hidup menempel dengan tumbuhan lain (pohon inang), sarang semut tidak tergolong benalu atau tumbuhan yang bersifat parasit (merugikan tumbuhan inang). Sarang semut merupakan kumpulan tumbuhan epifit, yaitu tumbuhan yang menumpang hidup di pohon lain, tetapi tidak menyerap makanan dari pohon itu. Contoh lain tumbuhan epifit adalah anggrek.


Sarang semut dipercaya orang-orang memiliki manfaat untuk menyembuhkan penyakit-penyakit berikut ini:

  • Kanker dan Tumor

Manfaat sarang semut yang paling terkenal adalah sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai jenis kanker dan tumor. Berbagai kanker dan tumor yang jinak maupun ganas dapat disembuhkan dengan sarang semut. Antara lain yaitu: Kanker otak, kanker payudara, kanker paru-paru, kanker usus, kanker kulit, kanker hidung, kanker liver, kanker prostat, dan kanker darah (leukemia).

Yang tidak dapat disembuhkan adalah kanker tenggorokan dan rongga mulut.

Khasiat efektif sarang semut dalam menyembuhkan penyakit kanker diduga karena mempunyai kandungan flavonoid yang tinggi. Flavonoid adalah senyawa yang terdiri dari 15 atom karbon yang terdapat pada tumbuhan. Flavonoid bersifat antioksidan yang melindungi kolonosit dari stres oksidatif.

  • Meningkatkan Stamina Tubuh

Karena faktor usia, sibuk bekerja, dan jarang berolahraga, rata-rata orang mengalami penurunan dalam stamina. Mereka akan sering merasa lelah, dan gampang capek sewaktu melakukan aktivitas dalam durasi yang lama.

Mineral-mineral pada sarang semut dapat meningkatkan stamina dan kondisi tubuh yang turun, dan membuat Anda merasa energetik kembali.

  • Meningkatkan Sistem Imunitas Tubuh

Sifat antioksidan yang terdapat pada mineral polifenol, tokoferol, dan flavonoid di tanaman sarang semut memberikan peningkatan kekebalan dan resistensi tubuh. Anda akan lebih kuat dan kebal terhadap berbagai macam penyakit.

  • Sakit Maag

Sarang semut dengan jenis myrmecodia pendans telah diteliti dan terbukti mampu untuk menyembuhkan sakit maag yang sering kambuh.


  • Darah Tinggi (Hipertensi)

Sarang semut juga bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit hipertensi karena kandungan flavonoid yang dimilikinya. Hipertensi terjadi karena penggumpalan darah dalam tubuh, dan zat flavonoid dapat mencegah penggumpalan darah dalam tubuh. Khasiat Sarang Semut

  • Jantung Koroner

Tumbuhan sarang semut juga memiliki kandungan magnesium, kalsium, dan kalium yang berperan penting dalam pengobatan jantung koroner. Magnesium dapat membantu relaksasi otot jantung, dan kalsium dapat membuat jantung berkontraksi. Kombinasi kedua mineral ini memberikan efek sinergis yang berguna untuk mempertahankan irama jantung agar dapat berfungsi dengan normal.

Mineral lain yang dimiliki oleh sarang semut adalah kalium. Mineral ini diketahui dapat mengatur dan membantu untuk mengontrol irama jantung.

  • Migrain (Sakit Kepala Sebelah)

Pengobatan migrain berkaitan dengan kandungan flavonoid dan mineral-mineral lainnya yang terdapat pada sarang semut, seperti magnesium, natrium, dan kalsium.

  • Stroke

Sarang semut dapat melindungi Anda dari penggumpalan darah. Senyawa tokoferol yang dimiliki telah terbukti dapat mengencerkan darah. Hal ini dapat mencegah tekanan darah tinggi dan mencegah terjadinya penggumpalan darah.

  • Rematik

Zat flavonoid memiliki kemampuan sebagai penghambat produksi enzim xantin oksidase (xanthine oxidase) pada tubuh. Tanpa adanya enzim ini pada tubuh, maka Anda akan terbebas dari rematik.

  • Diabetes Mellitus

Sarang semut juga memiliki manfaat untuk memulihkan fungsi organ tubuh. Dengan mengkonsumsi sarang semut, anda dapat memulihkan fungsi pankreas, sehingga dapat menghasilkan hormon insulin yang cukup.

Jika fungsi pankreas Anda telah bekerja kembali, maka gula darah dalam tubuh dapat diolah menjadi zat yang mudah diserap.

Apa Itu Asma ?

Asma adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran pernapasan. Peradangan ini membuat saluran pernapasan bengkak dan sangat sensitif. Akibatnya, saluran pernapasan menyempit, menyebabkan kurangnya udara yang mengalir ke paru-paru. 



Penyebab asma secara pasti masih belum diketahui. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang dapat memicu kemunculan gejala penyakit ini, di antaranya:
  • Infeksi paru-paru dan saluran napas yang umumnya menyerang saluran napas bagian atas seperti flu.
  • Alergen (bulu hewan, tungau debu, dan serbuk bunga).
  • Paparan zat di udara, misalnya asap kimia, asap rokok, dan polusi udara.
  • Faktor kondisi cuaca, seperti cuaca dingin, cuaca berangin, cuaca panas yang didukung kualitas udara yang buruk, cuaca lembap, dan perubahan suhu yang drastis.
  • Kondisi interior ruangan yang lembap, berjamur, dan berdebu.
  • Stres.
  • Emosi yang berlebihan (kesedihan yang berlarut-larut, marah berlebihan, dan tertawa terbahak-bahak).
  • Aktivitas fisik (misalnya olahraga).
  • Obat-obatan, misalnya obat pereda nyeri anti-inflamasi nonsteroid (aspirin, naproxen, dan ibuprofen) dan obat penghambat beta (biasanya diberikan pada penderita gangguan jantung atau hipertensi).
  • Makanan atau minuman yang mengandung sulfit (zat alami yang kadang-kadang digunakan sebagai pengawet), misalnya selai, udang, makanan olahan, makanan siap saji, minuman kemasan sari buah, bir, dan wine.
  • Alergi makanan (misalnya kacang-kacangan).
  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) atau penyakit di mana asam lambung kembali naik ke kerongkongan sehngga mengiritasi saluran cerna bagian atas.

Selain sulit bernapas, sesak dada, dan mengi yang memburuk secara signifikan, tanda-tanda lain serangan asma parah dapat meliputi:

  1. Inhaler pereda yang tidak ampuh lagi dalam mengatasi gejala.
  2. Gejala batuk, mengi dan sesak di dada semakin parah dan sering.
  3. Sulit bicara, makan, atau tidur akibat sulit bernapas.
  4. Bibir dan jari-jari yang terlihat biru.
  5. Denyut jantung yang meningkat.
  6. Merasa pusing, lelah, atau mengantuk.
  7. Adanya penurunan arus puncak ekspirasi.
  8. Jangan abaikan jika Anda atau keluarga Anda mengalami tanda-tanda serangan asma di atas. Segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.